Taqwa Sebagai Kunci Rizki – TAFSIR SURAT AT-THOLAQ AYAT 2-3

Pembaca yang berbahagia, kali ini kita berjumpa dalam rubrik tafsir ayat-ayat taqwa, dan pada kesempatan kali ini kita akan mengambil faidah dari tafsir surat At-Tholaq ayat 3-4, namun sebelum itu, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu taqwa.
Pembaca yang berbahagia, sering kali kita mendengar kata taqwa, bahkan kata taqwa tersebut sering dijadikan dasar atau pijakan untuk melakukan suatu perbuatan, Banyak orang yang mengatakan “Jadilah pribadi yang bertaqwa”

atau dalam setiap khutbah jum’at para khatib sering mewasiatkan agar senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita,, Tapi tidak semua orang mengetahui makna yang sebenarnya dan apa yang akan diperoleh dari sebuah ketaqwaan yang tertanam dalam diri kita, sehingga tidak pernah mau berusaha untuk mencapai jalan yang bisa mendorong pada ketaqwaan tersebut..

Adapun Pembaca yang berbahagia, keutamaan taqwa sangatlah banyak, dan salah satu buah taqwa adalah termasuk penyebab turunnya rizki dari Allah Tabaraka wa Ta’ala,, Inilah salah satu keutamaan yang tidak pernah disadari oleh setiap insan,,
Para ulama rahimahullah telah mejelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa,, Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan sebagaimana yang terdapat dalam kitab (Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an, hal. 531): “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan”
Sedangkan Pembaca yang berbahagia, dalam kitab (Tahriru AlFazhil Tanbih, hal. 322). Imam An-Nawawi mendenifisikan taqwa dengan “Menta’ati perintah dan larangan-Nya”,, Maksudnya menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala
Hal itu pun yang didefinisikan oleh Imam Al-Jurjani dalam (Kitabut Ta’rifat, halaman,, 68) bahwa “Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan menta’ati-Nya,, Yakni menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya”
Karena itu siapa yang tidak menjaga dirinya dari perbuatan dosa, berarti dia bukanlah orang yang bertaqwa,, Maka orang yang melihat dengan kedua matanya apa yang diharamkan Allah, atau mendengarkan dengan kedua telinganya apa yang dimurkai Allah, atau mengambil dengan kedua tangannya apa yang tidak diridhai Allah, atau berjalan ke tempat yang dikutuk Allah, berarti ia tidak menjaga dirinya dari dosa,,
Jadi Pembaca yang berbahagia, orang yang membangkang perintah Allah serta melakukan apa yang dilarang-Nya, dia bukan termasuk orang-orang yang bertaqwa,, Orang yang menceburkan diri ke dalam maksiat sehingga ia pantas mendapat murka dan siksa dari Allah, maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertaqwa,,
Beberapa nash yang menunjukkan bahwa taqwa termasuk di antara sebab rizki,, mari kita perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam qur’an surat ath-tholaq ayat ke 2-3:
…وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ…
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)

Pembaca yang budiman, dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang yang merealisasikan taqwa akan dibalas Allah dengan dua hal:
Pertama, “Allah akan mengadakan jalan keluar baginya” Artinya, Allah akan menyelamatkannya sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat , Ar-Rabi’ bin Khutsaim berkata: “Dia memberi jalan keluar dari setiap apa yang menyesakkan manusia”

Kedua, “Allah akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” Artinya, Allah akan memberi rizki yang tak pernah ia harapkan dan angankan,
Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: ”Maknanya, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya”,
demikianlah Pembaca yang budiman, beberapa penjelasan dari mufassir tentang ayat tersebut, dan tentunya kita harus meyakini kebenaran Janji Allah Subhanahu Wata’ala tersebut, mudah-mudahan kita semua dapat menjadikan diri kita bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa’ala. Sampai di sini perjumpaan kita dalam rubrik tafsir ayat-ayat taqwa, sampai jumpa di lain kesempatan, Wassalamu’alaikum.
Maraji’: Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, Syaikh Dr Fadhl Ilahi,,
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s