Penyimpangan Syiah Terhadap Hadist

Segala puji bagi Allah yang maha Agung dan bijaksana, dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita, hingga bisa melaksanakan apa yang menjadi hak kita kepada Allah yaitu menyembah dan tidak menyekutukanNya. Tentunya dalam merealisasikan keduanya tidak lepas dari petunjuk Rasulullah dan niatan yang ikhlas. Karena dengan petunjuk Rasulullah, manusia akan dibimbing kepada jalan Allah dan tidak terjerumus kedalam kesesatan. Salah satu kesesatan sekarang ini adalah dengan maraknya faham Syiah yang merebak dikalangan umat ini. Baik itu kefahaman firqah ini dalam masalah aqidah, tafsir al-qur’an, hadist dan lainnya. . Maka dari itu kami akan mengupas seputar hadist menurut paham syiah dan lika – liku didalamnya .
Dalam pembahasan ini kan kami bagi menjadi beberapa urutan pembahasan :
  1. Muqaddimah
  2. Sejarah penyusunan hadist
  3. Devinisi Sunnah menurut Syi’ah
  4. Tingkatan dan macaam hadist
  5. Qaidah qaidah hadist Syi’ah.
  6. Kitab kitab hadist rujukan Syiah.
  7. Kesimpulan.
  1. SEJARAH PENYUSUNAN HADIST
Dalam kitab perpecahan Syi’ah milik Hasan bin Musa An- Nawabkhati dan Syaid bin Abdullah Al Qama 1. Setelah kematian imam Ja’far Syiah2 berpecah menjadi 6 firqah.
Ketika akhir wafatnya , telah terungkap akan petunjuk baginya , hinggga aqidah dia kembali kepada aqidah yang benar, akan tetapi sebelum kematiannya dia belum sempat untuk menegakkan aqidahnya . Syiah yang dua belas itu belum memulai didalam peletakan hadist yang bersambung dengan yang lainnya. Kecuali setelah Hasan Al Askari ( pertengahan kedua dari qurun ketiga ) maka pada periode ini baru dibukukan hadist. Dan kenyataannya dalam realita kinerjanya , terlihat bahwa pembukuan itu baru pada zaman qurun ke 4 ( yang dijadikan landasan mereka ) pertama kali muncul pada qurun ke-4 yaitu Al Kafi kemudian datang setelahnya yaitu beberapa kitab .
Dan Syi’ah berpandangan bahwa setiap apa yang ada pada diri Imam Jafar ( yang beliau ungkapkan maka ini adalah hadist bagian dari sunnah ). Walaupun benar bahwa pembukuan hadist itu sesuai dengan pandangan dan ijtihad fiqhiyyah sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam shadiq ( imam ja’far ).
  1. DEVINISI SUNNAH MENURUT MEREKA
Bagi Syi’ah, hadist adalah keterangan yang berasal dari imam yang ma’sum yaitu Nabi Muhammad dan Imam ma’sum, sehingga antara imam dan Rasululah disamakan dalam masalah kemaksuman baik dalam perkataan perbuatan dan ketetapannya.dan mereka menjadikannya sebagai hukum dan syariat. mereka mengkatagorikan riwayat-riwayat kedalam : shahih, hasan, mutsaqah, dan dhaif, sebagian menambahkan katagori qawiyah.
  1. MACAM, TINGKATAN, DAN SYARAT HADIST
Syarat sahnya riwayat hadist di kalangan mereka tidak sama dengan syarat suatu periwayatan menurut Ahlu Sunnah Wal Jamaah :
  1. Perawinya seorang imamy, tsiqah, adil, dan dhabithah.
  2. sanadnya terus bersambung sampai pada imam ma’sum.
Namun Zaidiah dan sekte yang lainnya tidak sependapat, mereka mengatakan :”Suatu riwayat dapat diterima dari seorang yang tsiqah, adil, dhabith, kendati ia bukan seorang imamiyah.”
Berkenaan dengan persyaratan mereka perihal perawi yang tsiqah terdapat kontradepsi yang jelas dikalangan mereka sebagai contoh:
  1. Zurarah bin A’yun:
Dalam bukunya Al-Muraajaat ( dialog dengan sunnah ). Abdul Husain dalam membela Zurarah sebagai perawi yang paling menonjol. Dari ja’far Ash-Shidiq mengatakan:” Apa yang dituduh oleh musuh (Ahlusunnah )selama ini, hal itu mereka lakukan sermata mata karena kedzaliman dan permusuhan .3
Namun kitab-kitab Syi’ah lainnya mengetengahkan ucapan ja’far Asshidiq sendiri tentang Zurarah,” Zurarah berdusta atas diriku, semoga Allah melaknat Zurarah”.Beliau berkata lagi:” Jika Zurarah sakit jangan dijenguk, kalau ia mati jangan menyaksikan jenazahynya karena ia lebih jahat dari orang Nasrani dan Yahudi, dan beliau berkata lagi :”Sesungguhnya Allah telah membalikkan hati Zurarah4
hisyam bin hakam.
  • HADIST SHAHIH
Wahid Al-Bahbahani membedakan pengertian shahih menurut ulama- ulama mutaqaddimin syi’ah dengan menurut para mutaakhirin Syi’ah.
  1. Menurut mutaqaddimin devinisi shahih adalah: ما وثقوا بكونه من المعصوم (riwayat yang mereka yakini sebagian berasal dari orang-orang yang ma’sum).
  1. Menurut mutaakhirin bahwa shahih adalah :
ما إتصل سنده إلى المعصوم يا مامي ممدوح مد حا قبولا
(riwayat yang bersambung sanadnya ke orang ma’sum dan dinukilkan oleh orang orang Syi’ah yang adil di setiap tingkatan).”
Syarat hadist shahih :
  1. bersambung sanadnya pada derajat ma’sum tanpa terputus.
  2. rawinya harus dari kalangan para imam di setiap tingkatan
  3. mereka harus adil dan dhabit.
  • HADIST HASAN
Al Mamqani mendifinisikan riwayat hasan sebagai :
ما إتصل سنده إلى المعصوم بنقل اللعد ل الإمامي عن مثله فى جميع الطبقات
“Riwayat yang bersambung sanadnya ke orang ma’sum yang dinukilkan oleh orang syi’i yang dipuji serta diterima”.
Syarat hadist hasan :
  1. bersambung sanadnya pada derajat ma’sum tanpa terputus.
  2. semua rawinya harus dari kalangan para imam
  3. mereka dari kalangan yang terpuji dan bila terpuji maka maqbul dan lawannya yaitu apabila ada suatu kejelekan pada dirinya maka tidak maqbul
  4. hendakny arawi yan gadil karena setiap rawi yang adil itu termasuk dalam hadist shahih.
  5. ada beberapa jalur periwayatannya dan telah menjadi kebiasaan bahwa hadist yang paling rendah tingkatannya dalam periwayatannya. Akan tetapi syarat yang lainnya tidak adil maka berubah menjadi haaaasan.
Syarat lafadz yang terpuji ada tiga :
  1. salah satunya yaitu kuatnya sanad yaitu seperti shalih dan baik
  2. apa yang masuk dalam kuatnya matan dan tidak pada sanadnya yaitu fahm dan hafidh
  3. tidak masuk dalam kuatnya matan dan sanadnya seperti syair dan qari’
  • HADIST MUTSAQAH:
ممن نص الأ صحاب على توثيقه ما إتصل سنده إلى المعصوم
“Riwayat yang bersambung hingga ke orang ma’sum dan dinukilkan oleh siapa saja yang dinyatakan sebagai dapat dipercaya riwayatnya oleh kaum syi’ah”.
syarat hadist :
  1. Bersambung sanadnya .
  2. Rawi tidak dari kalangan para imam akan tetapi ia termaasuk dari golongan orang yang tsiqqah dari ja’fariyah dengan jalur yang khusus
  3. Tidak dari kalangan pra imam yang penting orangnya shahih dan tidak ada pengakuan dari yang lainnya bahwa orang itu lemah.
Adapun haadist mutsaqah ini mereka mendudukkan setelah shahih dan hasan, dan ini tidak terjadi kecuali pada kalangan ja’fariyah. Adapun setelah hadist mutasaqa adalah dha’if.
  • HADIST DHAI’FAH
Ialah riwayat yang tidak memenuhi syarat yang manapun dari ketiga katagori diatas .” dan periwayatannya itu hanya ada suatu penyakit kefasikan dan karena keadaan yang bodoh. Sedangkan kalau kita lihat pandangan mereka akan hadist shahih bagaiman mereka mengungkapkan bahwa selain dari pengikut ja’fariyah maka ia kafir sehingga periwayatannya dhaif yang tidak diterima, dan tidak diterima kecuali apa yang datang dari ja’far, yang dia memperoleh pengakuan dari pengikut ja’fariyah.
Kesimpulan dari pengertian diatas :
  • Dengan definisi diatas maka hadist yang berada dalam kitab ahlu sunnah tidak digolongkan dalam hadist shahih dan hasan, semuanya tergolong hadist mutsaqah, itupun dengan syarat tertentu atau dhaif.
  • Dan mereka menggunakan hadist itu sebagai pelengkap belaka dalam soal keyakinan mereka .
  • Mereka banyak menggunakan hadist dhaif dalam pandangan muhadist Sunni.
Yang dinamakan orang yang ma’sum ada 13 yaitu Rasulullah dan imam 12 dan yang kedua belas ( Muhamamd Al Mahdi)pergi ke alam ghaib maka ia tidak mengeluarkan hadist menurut cara biasa , akan tetapi mengeluarkannya dengan cara yang ghaib pula .
Bersambungnya sanad tidak berlaku dalam dalam disiplin ilmu riwayat Syi’ah .
  • Persyaratan yang mengharuskan sanad hadist itu tersendiri dari:
1.Orang orang syi’i tidak saja mengecualikan orang orang non syi’i tetapi juga. Sanad yang tidak mengakui rukun imam yang lima itu harus dinyatakan sebagai non syi’i yang harus dipertanyakan kerawiannya, rukun tersebut adalah tiga diantaranya merupakan ushul yaitu tauhid ,nubuwwah ,dan ma’ad /kiyamah ,maka barangsiapa yang telah mengingkari lima tadi maka dia termasuk kufur, dau rukun lainnya merupakan dasar kesyi’ahan dan keimanan (al ‘adl dan imamah, maka jika ia mengingkarinya ia telah keluar dari jamaah muslim dan jamaah syiah.
Pendek kata,Bahwa pengakuan imam imam ma’sum dan imamah bin Nasr itulah yang menentukan apakah seseorang tergolong syi’i dan menentukan keabsahan dalam periwayatannya. .
  1. mengharuskan pendefinisian orang syi’ah .
.Defenisi orang syi’ah itu sendirinya harus mengecualikan sy’i yang tidak berkeyakinan dengan Syi’ah dua belas. Karena Syi’ah Imamiyah dua belas, baru ada ditahun 255 H, berarti Ali, Hasan, Husain ,Ali Zainudin Abidin, Muhammad Al baqir, Ja’far Shadiq, Musa Al khazim, Ar-Ridha, Muhammad Al Jawad (w.220H), bukanlah imamiyah dua belas .Orang-orang yang meriwayatkan langsung dari mereka ini dan sezaman dengannya tidaklah dapat dinamakan rawi hadist dua belas . Apa-apa yang terjadi dalam kitab hadist imamah yang dua belas ternyata tidak konsisten.
Dalam kitab Rijal Al hadist Syiah dicatat secara abjadiah nama nama shahabat Ali , Husain, Hasan dan seterusnya yang menjadi sanad hadist Syi’ah dua belas padahal tidak ada kepastian bahwa mereka Syi’ah istna ‘Asyariyah menurut termologi diatas tadi .Konsekwensinya semua hadsit yang diriwayatkan lewat sanad sanad yang hidup sebelum lahir syiah dua belas mestinya dinyatakan tidak ada yang menempati peringkat shahih. Sebaliknya justru harus dinyatakan hasan atau mutsaq atau dha’if.
Merupakan suatu keanehan manakala muhadist mutaakhiriin syi’ah dua belas dan para pengikut mereka (seperti rasul ja’fariy )yang menerangkan kedudukan hadist yang termaktub dalam kitab ushul kahfi :5072 shahih, 144 hasan, 1116 mutsaq, 302 qawiyah, dan 9485 dhaifah, padahal sumber dari Ali dan sanadnya terdiri dari orang-orang yang belum tentu sy’i imamiyah dua belas , karena Syi’ah dua belas belum ada dimasa hidup mereka. Meskipun harus dibuktikan secara ilmiah tapi bukannya tidak jelas alasannya kalau dikatakan :bahwa isi Al kaafi itu adalah 6634 hadist yang tidah shahih dan 9485 hadist dha’if.5
  1. QAIDAH QAIDAH HADIST
  1. mereka bergantung pada hadist palsu. Syi’ah hanya menerima hadist nabi Muhammad yang diriwayatkan dari jalur ahlu bait, adapun sebaliknya . Ini menunjukan bahwa syi’ah telah membuang ribuan hadist, telah kita ketahui bahwa Ali tidak selalu mendampingi nabi. Ali ditugaskan untuk tetap di Madinah dalam suatu peristiwa ketika Rasulullah bersama shahabat yang lainnya sedang melakukan perang, ia pernah ditugaskan untuk pergi ke Yaman yang berarti ia tidak mendengarkan hadist nabi kecuali melalui para shahabat yang lain.
  2. Hadist menurut Syi’ah bukan hanya dari Rasulullah tetapi justru berasal dari para imam imam mereka( ini lebih banyak )dikarenakan perkataan imam-imam tadi ( yang ma’sum )adalah sama kedudukannya dengan dengan nabi. Bahkan kedudukannya sama dengan firman Allah, sebagaimana perkataan riwayat dalam kitab Al kahfi :
“Abu abdillah berkata:”Hadistku berarti hadist ayahku, hadist ayahku berarti hadist kakekku, dan hadist kakekku berarti hadist Husain ,hadist Husain berarti hadist Hasan , hadist Hasan berati hadist Ali, hadist Ali berarti hadist Rasulullah hadist Rasululah berarti firman Allah”
  1. Mereka tidak menerima hadist yang diriwayatkan oleh shahabat karena telah dianggap bahwa shahabat tadi murtad/kafir. Dan mereka menganggap semua perkataan imam-imam mereka adalah hadist, karena mereka berkeyakinan bahwa sepeninggal nabi adalah ditangan imam-imam dua belas .
  2. Bahwa imam itu ma’sum perkataannya sama dengan perkataan Allah maka tidak perlu menyandarkan kepada Rasululah sebagaiman ucapan ulama’ Syi’ah:” Keyakinan bahwa imam itu ma’sum menjadikan semua hadist yang keluar dari mereka adalah shahih maka tidak perlu menyandarkan sanadnya kepada Rasulullah sebagaimana dikalangan ahlu sunnah wal jamamah6
  3. Masalah Rawi , bagi Syi’ah tidak diperlukan kriteria seperti ahlu sunnah wal jamaah. Maka terjadilah banyak kontradepsi dan perselisihan dalam hadist dan masalah keagamaan dan semakin banyak jumlah hadist yang maudu’ tanpa ada alat penyaring , dan banyak rawi yang orang-orangnya beraliran rusak .dan kaitannya dengan banyaknya perselisihan antara ulama’ Syi’ah Alfaidzul kusyi:” Aku melihat mereka berselisih dalam suatu masalah sampai 20 pendapat bahkan sampai 30 pendapat atau lebih bahkan kalau boleh saya katakan :tidak ada satu masalah far’iyah yang mereka tidak berselisih paling tidak pada kaitannya …..7
  4. Kaitannya dengan banyaknya hadist maudhu’ dikalangan Syi’ah Al-mughirah bin said,seorang rawi hadist Syiah berkata “Aku telah memalsukan kedalam hadist kalian , hadist yang banyak yang mendekati 100.000 .
perlu diketahui bahwa sejarah buku acuan Syi’ah yang mu’tabarah dibidang hadist sangat jauh terlambat dari masa mereka . bagaimana dapat dipercaya suatu riwayat hadist yang tidak dicatat selama 11-13 abad8
  1. Jumlah hadist maudhu’ syiah berkembang semakin bertambah karena banyaknya hadist maudlu’ diantara contohnya hadistyang berkaitan dengan muakhaq ( dipersaudarakan ) Ali dengan Rasululah (semuanya adalah hadist maudhu’) 9
  2. Syi’ah menolak kemutawatiran riwayat Al;-Qur’an hanya riwayat Aziz atau Mashur, Atau ahad. Dengan demikian penerimaaan terhadap ayat ayat selain yang 219 dengan alasan karena bunyinya diriwayat secara mutawatr berarti mengubah pengertian.
  3. Istilah mutawatir menjadi mutawatir menurut kaum muslimin dan syi’ah secara bersamaan bunyi 219 ayat tadi dalam mushaf Utsman mutawatir menurut ahlus sunnah sepanjangh masa tapi tidak mutawatir menurut syi’ah.
  4. Sebagaimana perkataan Abu Al Farj bin Al Jauzi ,” Ketauhilah bahwa rafidhah ada 3 golongan 10:
  1. ada yang mendengarkan sesuatu dari perkataan ( hadist ) lalu ia meletakkannya sebagai hadist dengan cara menambah atau menguranginya.
  2. ada yang belum pernah mendengarkan, akan tetapi ia merasa wibawa dengan cara berbohong atas ja’far dengan berkata :” berkata imam ja’far “( sedangkan ia berbohong kepada ja’far ).
  3. orang bodoh yang maunya sendiri dalam mengatakan sesuatu .
  1. KITAB KITAB RUJUKAN MEREKA
Adapun orang syi’ah mereka tidak berpegangan dengan buku-buku hadist milik ahlussunnah, seperti Bukhari, Muslim, dan lainnnya tapi mempunyai riwayat tersendiri, dan bagi mereka lebih terpercaya ketimbang riwayat Ahlussunnah, karena riwayat itu datang dari jalur para imam ahli bait. kitab rujukan syiah dalam masalah hadist:
  1. USHUL AL – KAFI
Ushul kafi11 ini berpedoman pada buku induknya yaitu Al- hujjah yang didalamnya membahas :
  1. Apa itu rasul dan nabi ? nabi ialah dia yang melihat didalam tidurnya dan mendengaarkan suara serta tidak mengakusebagai raja, sedangkan rasul adalah seperti nabi akan tetapi ia mengaku ssebagai raja. Lalu apa derajat imam itu ? ia menjawab :” ia mendengarkan suara tapi tidak mendengar dan tidak menta’yin dirinya dengan raja kemudian ia membaca12.
  2. Pada bab “sesunguhnya bumi itu tidak kosong dari hujjah” kailani menyebutkan ada 13 riwayat.
  3. Bab bahwa walau tidak kekal didunia ini kecuali dua orang laki laki yang salah satu dari mereka sebagai hujjah. Diriwayatkan dalam 5 riwayat.
  4. Bab kewajiban taat kepada imam imam . disebutkan 17 riwaayat.
  5. Bab bahwa imam imam suhada’ atas ciptaanNya ada 5 riwayat dan telah banyak dirubah makna dari sebagian ayat ayat quran dengan menjadikan iamam ja’fariyah arrafhidhah mereka adalah syuhada’ ats manusia.
  6. bab bahwa imam mereka adalah penunjuk dan pemberi hidayah, diriwayatkan oleh 4 jalan periwayatannya dengan merubah makna ayat yang ketujuh dari surat Ar Ra’du. Menakwilkan makna penunjuk adalah imam Ali dan imam syiah ja’fariyah.
  7. bab bahwa imam imam merupakan wali Allah yang diperintah dan mereka merupakan gudang ilmu , disebutkan ada 6 jalan periwayatannya .
  8. bab bahwa imam imam itu merupakan khalifah Allah dibumi dengan 3 jalan periwayatannya.
  9. bab bahwa imam imam tadi adalah cahaya Allah, 5 periwaayatannya .
  10. bab bahwa imam imam, mereka merupakan rukun bumi
  11. bab siapa yang disifati oleh Allah dalam kitabnya dengan ilmu kecuali kepada imam mereka , ada 2 jalur periwayatannya.
  12. bab bahwa orang yang mendalami ilmunya mereka adalah para imam mereka , ada 3 jalan periwayatannya.
  13. bab bahwa imam itu telah menuntut ilmu dan telah ditetapkan ilmu itu dalam dada mereka , ada 5 jalan periwaayatannya.
  14. bab bahwa siapa yang dipilih oleh Allah mereka adalah yang diwarisi oleh Allah dan dipilih dari hambanya dan ini ada 4 jalur periwayatannya .
  15. bahwa Alqur’an sebagai peunjuk bagi par imam mereka ada 2 jalur periwayatannya.
  16. bahwa nikmat yang yang Allah sebutkan dalam kitab para imam imam, ada 4 jalur periwayatannya.
  17. Al mutawassimin adalah mereka yang disebutkan dalam kitabNya adalah mereka para imam yan gmendaapatkan jalan yang lurus, ada 5 jalur periwayatannya.
  18. Bahwa para imam itu adalah tempatnya ilmu dan pohonnya kenabian yang beda denagn malaikat ada 3 jalur periwayatannya.
  19. bahwa imamaitu pewaris ilmu dan mewarisi sebagian yang lain dengan sebagaian lainnya.
  20. bahwa imam itu pewaris ilmu nabi dan semua nabi nabi dan wasiat siaopa sebelum mereka , ada 7 jalur periwayatannya.
  21. bahwa imam itu pada sisi mereka ada semua kitab yang diturunkan dari sisi Allah dan mereka mengetahui akan kitab kitab itu sesuatuyang menjadi ikhtilaf ,ada 2 jalur periwayatannya.
  22. tidak dikumpulkan Alquran semuanya kecuali oleh imam imam mereka dan mereka mengetahuinya ada 6 jalur periwayatannya.
  23. para imam mengetahui kapan mereka akan mati dan mereka tidak mati kecuali sesuai dengan pilihan mereka ada 8 jalur periwayatannya.
  24. dalam riwayat lain bahwa imam adalah lebih utama dai para rasul dan semua makhluk, akhirat adalah milik imam imam, Allah menciptakan jannah dari cahaya husain, hisab semua makhluq aakan diserahkan pada imam Syiah, Ali pemilik jannah dan neraka, imam imam mereka dibuat daari tanah liat yang disimpan di Arsy, dan dunia dan akhirat adalah milik imam.
  1. TAHDZIBUL AHKAM
Menurut pengarang berisikan 5000 hadist. Tetapi menurut ulama’ Syiah masa sekarang, berisiskan 13590 hadist.
KESIMPULAN
  • Bahwa orang syiah menolak hadist yang diriwayatkan dari shahabat yang bukan ahli bait.kecuali Zaidiyah pada masa awal tidak mengkafirkan shahabat dan ia menerima hadist dari mereka.
  • Mereka mendifinisikan dan menerima hadist sesuai dengan riwayat imam yang dua belas dan ahlu bait.
  • Mereka juga memepunyai hadist shahih hasan dhaif yang definisinya tidak sepaadan dengan pemahaman ahlu sunnah.
  • Pemahaman hadist antara ulama syiah mutaqaddimin dan mutaakhirin berbeda.
  • Bersambungnya sanad tidak termasuk syarat dari sahnya hadist berkenaan dengan rawinya , mereka hanya memasukkan 4 ciri hadist yang sah dalam periwayatan hadist.
  • Mereka mennganggap bahwa perkataan mereka sama dengan perkataan Allah sehingga tidak perlu menyandarkan lagi ucapan tersebut kepada Nabi Muhammad.
  • Seorang rawi harus dari kalangan syiah, dengan sebab inilah menjadikan banyak kontra dalam hadist dan masalah keagamaan mereka.
  • Hadist Syiah banyak yang maudhu’ dan semakin berkembang dari awal mula hingga sekarang.
  • Pokok dan dasar kebid’ahan rafidhah adalah kekufuran mereka yang tersembunyi dan penyekutuan kepada Allah sedangkan kedustaan menrupakan hal yang biasa bagi mereka, sehingga mereka disebut orang yang beragama taqiyyah.
  • Sehingga apa yang mereka utarakan tidak sesuai / tidak bersandar pada dalil.
Referensi :
  • حوار هادئ بين الشيعة و السنة Abdullah Al-Junaid,”perbandingan antara sunnah dan syiah” diterjemahkan oleh mahmud fauzi arfan,cet.I/th.1999 penerbit LPPI(lembaga penelitian & pengkajian Islam ).
  • Mengapa kita menolak syi’ah, kumpulan makalah seminar nasional tentang syi’ah,terbitan LPPI th.97.
  • المحل و النحال
  • د را سة الفراق tim Ulin Nuha Ma’had Aly” An Nuur ” , pustaka Arafah cet.II 2003.
  • الموسوعة الميسرة في الأديان والمذاهب المعا صرة ” Ensiklopedia mini tentang gerakan keagamaan dan pemikiran “.jil.I/218.cet.II.th.1995 penerbit edisi indonesia Al-Ishlakhi press.disusun oleh WAMY (lembaga pengkajian dan penelitian WAMI ).Riyadh.
  • مع الشيعة الاثنى عشرية فى الا صول و الفروع oleh Ali Ahmad As-Salusi juz III, pembahasan masalah hadist dan ilmu ilmu begitu juga litab kitabnya, th.cetak pertama 1997 M / 1417 H darusttsaqafah qatr,
  • منهج السنة النبوية لابن تيمية juz.VII ditahqiq oleh DR. Muhammad Rasyad Salim .
1 Keduanya hidup pada qurun ke-3
2 wafat dimaadinah , syawal 48 H dalam umur 65th, dikubur di baqiq, dan ia memimpin selaama 37th kurang 2bln, ibunya bernama Ummu farwah binti qasyim bin Muhammad bin Abi Bakr bin Qohafah.
3 Dinukil dari Al Murajat hal. 110, cet:MUaassasah Al- A’ami.
4 Dinukil dari Rijalul KAsyi 147 dan Al Khui dalam mu’jam Rijalul Hadistcet Najaf
5kumpulan makalah seminar nasional tentang syi’ah dalam judul buku”mengapa menolak syiah”.penerbit LPII.
6 tarikh alimamiyah h.140
7 al wafi al muqaddimah hal.9
8 Masalaltu Attaqrib II/284
9 minhajul Assunnah Annabawiyah, ibnu timiyah juz vii/ dalam dirasatul firaq jumlah hadist syiah yang berkembang karena banyaknya hadist maudhu’
10 ibid VII / 442. dengan ditahqiq oleh DR. Muhammad Rasyad Salim.
11 Al Kafi pd tahun 460H terdiri 30 kitab sedangkan pada tahun 1076 H menjadi 50 kitab.
12Dari zararah dia bertanya kepada abu ja’far akan firman Allah al hajj :25, ayat ini yang telah dirubah oleeh Al Kailani dengan tujuan agar ia sampai pada derajat bahawa imam yaang mursal itu meberikan wahyu kepadanya.
Dan periwaayatannya masih ada tiga riwayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s